Ini Penyebab Piringan Cakram Cepet Baret dan tidak Gigit Waktu Pengereman

January 6, 2017 1264 2 0

TerasBiker.com – Halo Mazz Bro, penggunaan rem Rem depan yang saat ini umumnya sudah menggunakan cakram memang menjadi lumrah dan paling sering di pakai jika dibandingkan dengan sistem pengereman biasa atau tromol, karena sistem pengereman cakram saat ini cukup di kenal yang paling efektif dan gigit untuk mengurangi kecepatan, jadi sudah cukup lumrah jika motor-motor terbaru dengan power yang gede ga ketinggalan sama yang namanya rem cakram…

Sistem pengereman yang saat ini sudah cukup populer pada cakram adalah ABS (Anti-lock Braking System), dengan ABS sistem pengereman lebih aman, mudah dan yang terpenting adalah proses pengereman yang membuat kendaaran jadi lebih terkontrol, namun motor dengan sistem rem ABS pastinya akan ada perbedaan harga yang lumayan.. hehehe

Oke kita balik ke judul artikelnya Maz Bro, ada beberapa faktor penyebab disk brake / piringan cakram jadi cepet habis, sama seperti part-part lainnya piringan cakram pun ada masa pakainya, karena masa pakai dari cakram tidak selamanya dapat digunakan dan agak sulit juga untuk menentukan seberapa lama masanya, jadi gini Mas Bro masa pakai dari piringan cakram bukan dibatasi dari usianya, melaikan lebih kepada cara pakai dan gaya ridingΒ dari sang pemiliki kendaran tesebut.

Kondisi dari permukaan cakram yang sudah tidak presisi atau bergelombang, sebenarnya di sebabkan dari cara atau pola pengereman yang dilakukan si pengendara dengan cara menekan tuas rem dan dilepas bekali-kali secara cepat guna memperlambat laju kendaraan dengan kondisi tetap stabil, cara pengereman tersebut memang cukup efektif untuk mengurangi kecepatan motor, tetapi efek buruk bagi piringan cakram adalah permukaan carkram yang mudah terkikis dan akhirnya menjadi tidak presisi/ tidak rata lagi.

Minimnya perawatan dari pemilik kendaraan juga sebagai awal pemicu hal tersebut, contohnya pemilik yang malas melakukan pengecekan ketebalan dari disk pad (kampas rem) ketika kampas mulai menipis dan terus menerus menghimpit piringan cakram dan akhirnya piringan cakram tergerus dengan besi dasar kampas dan akhirnya menipis, kotoran debu atau pasir pun bisa membuat cakram mudah menjadi kasar dan menjadi baret-baret di permukaanya. Penggunaan disk Pad (kampas rem) KW juga menjadi faktor utama piringan cakram cepet kemakan loh…

Last..saran Tebe untuk mendapatkan performa pengereman yang maksimal perlu memperhatikan bagian-bagian sistem pengereman baik disk pad (kampas rem) atau piringan cakram secara berkala, dan menjaga kebersihan serta melakukan pengereman dengan cara yang benar adalah mutlak bagi para pengendara, karena dengan begitu tentunya akan banyak keuntungan yang di dapat dalam berkendara, intinya supaya kita tetap merasa nyaman dan aman Maz bro’..

Jika menurut Maz bro sis artikel ini cukup bermanfaat silahkan di bagikan…Terimakasih πŸ™‚

Salam,

~TerasBiker.com~

Tags: brake, cakram, diks brake, piringan cakram Categories: sharing, Tips, update
share TWEET PIN IT SHARE
Comments
  1. -

    Selamat Malam mas bro aku mau tanya nih
    ini ku punya motr nmax baru 6 bulan kan motr aku sering buat gojek aku kan baru ganti rem kurang lebih udah ada satu bulan ko dis nya kaya kemakan itu penyeb nya apa yah msaro?
    Kebetuln aku pasng kamps sendiri gak melalui delr resmi apa ngaruh caar pemasngn rem abs sma non abs maksih

    1. -

      Malam Om…hehehe maaf baru sempet bales 😁
      Disk yg kemakan biasanya klo di raba dengan jari berasa gak rata seperti ada bagian yg bergelombang, piringan cakram yg kemakan kampas bisa krn kondisi diskpad/kampas terlalu seret/macet krn proses pemasangan yg kurang sesuai, jadi bagian kaliper pistonnya gak main, atau bisa juga krn penggunaan diskpad/kampas rem non Ori atau produk KW.

      Bisa dicek apa saat di standar dua, roda depan bisa diputar dengan lancar ? klo keset berarti ada kesalahan pemasangan, akhir kaliper disknya gak main dan terus menjepit..

      mungkin lebih enak, bisa dibawa aja ke bengkel resmi om 😊

Leave a reply

Silahkan tinggalkan komentarnya Sob...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: